Ketemuan yang paling seru!


Siapa sih yang gak mau ketemu sama teman yang sering berinteraksi di dunia maya? Jangankan kalian, aku pun juga begitu kok. Rasanya kek penasaran, siapa sosok sebenernya di balik nama akun yang sering berinteraksi dengan kita. Walaupun terkadang ada beberapa kasus dimana saat seseorang bertemu dengan teman dumay-nya tapi malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi hal itu tidak menjadi penghalang besar bagi kita yang ingin bertatap muka dengan teman dumay kita.

Kalo dari pengalamanku sendiri, aku bisa bertemu dengan teman dumay itu melalui kopdar komunitas -- yang biasa disebut gathering atau emang udah janjian untuk ketemuan di suatu acara. Rasanya jarang sekali buat ngajakin ketemuan secara pribadi kecuali pada teman-teman terdekat yang berdomisili sama denganku ataupun lagi mampir ke suatu kota tempat temanku tinggal. Ada satu cerita ketemuan dengan teman dumay yang paling berkesan dan aku berharap masih bisa ketemu sama mereka lagi nanti.

Semasa SMA dan lagi masa jadi wibu kelas kakap (?) di francise Yu-Gi-Oh!, aku berteman dengan dua orang teman yang sangat dekat denganku yaitu Dinda-senpai dan Rei Shinera (btw ini nama di dumaynya dulu, sekarang nama akun fbnya adalah Dewi Setya). Saat itu, kami masih unyu-unyu dan sering fangirling karakter YGO yang jadi favorit kami, terutama Yami Yugi/Atem dengan kocaknya. Kalo diinget-inget lagi sih, alay banget hahahaha. :") Tapi semenjak aku kuliah dan berganti akun, aku sempat lost contact dengan mereka dan akhirnya bisa ketemu lagi di akun yang baru. Pada tahun 2016, aku berencana untuk pergi ke Ennichisai Blok M untuk pertama kalinya dan dari situ, Dinda-senpai dan Dewi ngasih tau kalo mereka akan datang juga. Jujur aku deg-degan, udah nyaris 7 tahun temenan dan haha-hihi di medsos lalu akhirnya kopdar? Mimpi apa semalam? //jengjeng

Saking hepinya, aku bener-bener niatin perjalanan Jatinangor-Jakarta itu dan ngerencanain sedemikian rupa. Udah nyiapin jajanan kalo pengen ngemil, udah siapin power bank, cuman lucunya aku berpakaian ala Lalu Tirta Wardhana Ratulangi versi jadulnya -- kaos putih, vest biru, celana panjang hitam, dan sendal gunung hitam minus kain batik Sasambo panjang dan juga jaket bergambar Metal Garurumon di belakangnya. Yah, ceritanya sih cosplay karakter sendiri tapi low-budget gitu. Tapi biarlah, toh bajunya nggak terlalu nyentrik juga. Berhubung aku naik bis Primajasa jurusan Garut - Lebak Bulus, berarti aku kudu puter otak harus naik kendaraan apalagi untuk mencapai Blok M. Akhirnya ya memilih ojek daring biar cepet sampe di tujuan.

Sesampainya disana, aku hanya bisa lirik kiri-kanan dan memperhatikan suasana Little Tokyo yang jadi venue acara. Sambil terus memantau Messenger, aku terus mengontak Dinda-senpai yang ternyata sudah sampai duluan disana. Setelah chat terus-terusan dan sempet nyasar -- kebiasaan klasik yang kupunya tiap jalan-jalan di dalam mal, akhirnya aku bertemu dengan Dinda-senpai di dekat toilet untuk menunggu temannya yang tengah ber-cosplay, disusul dengan Dewi yang langsung memelukku dengan erat. Akhirnya kami bisa kopdar setelah 7 tahun temenan di medsos!!

Kami yang lagi foto di venue Ennichisai 2016. Formasi lengkap cuy!

Gak cuman Dinda-senpai dan Dewi, aku juga bertemu dengan Ikhsan Wahyudi a.k.a Gao -- teman satu komunitas Canvas-Ranger untuk pertama kalinya disana. Dia lagi ber-cosplay sebagai Yayan Ruhiyan yang berperan di film Yakuza Apocalypse. Setelah berfoto bersama, akhirnya kami berjalan ke setiap sudut Little Tokyo sembari berbelanja beberapa merch yang kami suka dan berfoto dengan cosplayer favorit kami. Aku saja sempet foto-foto sama sekelompok cosplayer Digimon Adventure Tri dan kesengsem sama cosplayer Hikari yang unyu banget!

Banyak kejadian-kejadian seru dan juga gokil selama kami jalan-jalan bertiga. Hebohnya Dewi tiap melihat francise favoritnya yang bikin orang-orang noleh ke arah kami, ketemu sama adek-adek juniorku yang berujung pada insiden tumpahnya air mineral, kami yang haha-hihi non stop selama di jalan, jajan okonomiyaki sembari melipir di pinggir jalan, hingga jaket Metal Garurumon yang dianggap sebagai 'jaket pemanggil hujan deras' karena saat jaketku dipake, maka hujan besar langsung turun. Pertemuan kami harus berakhir saat menjelang malam, tepatnya saat redshift mulai manggung. Aku yang harus ngejar bis Primajasa ke Cileunyi itu bergegas untuk pulang sementara Dewi tetap stay untuk nonton redshift dulu. Akhirnya aku ditemani oleh Dinda-senpai untuk menunggu ojek daring di luar kawasan Blok M. Setelah dapet mamang ojeknya masing-masing, akhirnya kami pun berpisah.

Setelah meet up itu, kami belum ada ketemu bareng-bareng lagi. Karena kesibukan kami masing-masing dan terkendala jarak, kami belum ada sempat kumpul lagi. Sempat bikin groupchat di Line namun tidak lama sepi juga karena semuanya sibuk dengan diri masing-masing. Tapi aku berharap, suatu saat nanti kami bisa berkumpul dengan formasi lengkap lagi seperti dulu.


Posting Komentar

0 Komentar