Coloring hack mager versi owner thebasecamp10

source: wikipedia.org


Jujur saja, proses ngegambar yang bikin mager menurutku adalah pewarnaan (coloring). Alasannya beragam sih, mulai dari gak jago sama teori warna lah, warna yang dipilih jadi nggak estetik, ditambah lagi sama mager dengan layer yang bertumpuk begitu banyak pas proses pewarnaan. Bayangin aja, layer warna kulit plus dengan layer 'beranak'-nya seperti layer shading, highlight, blush on, dll. Itu baru kulit, belum lagi dengan bagian yang lain. Dengan layer sebanyak itu, tentu saja bikin ribet dan pusing kepala -- apalagi kalo PC-nya 'kentang' yang baru buka aplikasi aja udah megap. 

Berhubung laptopku ini laptop tua dengan spek super kentang di masa kini, aku harus pintar-pintar ngatur layernya biar aplikasi gambarnya nggak ngedadak forced shutdown alias matek mendadak. Tidak hanya itu, aku yang mager ngewarnain ini harus dilatih sedemikian rupa untuk bisa ngewarnain gambar karena resolusi tahun 2020 aku adalah kudu bisa ngegambar fullcolor! Yeah! 

Btw, teknik ini sebenernya mirip banget dengan teknik yang kupake pas tahun lalu di artikel ini, cuman kalo yang sekarang lebih hemat waktu, bahkan untuk sebuah gambar berukuran cukup besar dengan gambar latar belakang. Mau tau kek gimana? Skuy la cekidot!

------------------------------------------------------



Yang pertama, sudah pasti buat lineartnya dulu yak. Disini layer lineart-ku ada tiga biji, yaitu lineart untuk background, lineart karakter 1 dan karakter 2. Keliatannya kek ketumpuk gini ya, tapi tenang aja, nanti ketutup sama warna base.



Lalu aku mulai ngewarnain dengan base color yang udah direncanain -- biasanya sih pake color pallete yang udah ada sama warna asal tunjuk aja. Disini aku cuman pake tiga layer base color: lager BG, layer karakter 1 sama karakter 2. Biar hemat gitu. 


Di layer BG, aku tambahin warna perabotan sama sedikit shading biar ada volumenya buat perabotannya. Eh iya sempet ada shading yang ketinggalan sih, jadinya ya udah deh // yha


Naini proses gercep-gak-ngotak yang sangat menolongku pas aku mageran pol. Jadinya bikin layer baru khusus shading dan mulailah membuat bayangan ala-ala sesuai selera hanya dengan bantuan satu hingga dua warna. Disini aku pake dua warna, yaitu warna coklat keunguan (iya kali ya? intinya sih warna yang dingin gitu) dan warna oren agak cerah. Kek di tutorial shading kulit gitu deh. 

Oh iya, ini layer shading-nya ada 3 layer, sesuai dengan tiga layer base color-nya. Yap, proses gercep tapi layer tetap ketambah. Wadidaw.



Begitu selesai, layer shading itu diubah ke mode multiply lalu atur opacity sesuai selera, lalu VOILA! Jadinya kek gini deh! XD 


Lalu aku mulai bikin layer baru di atas layer base dan shading-nya BG buat nambahin secercah cahaya ilahi, ehm maksudku semacam pencahayaan di dalam ruangan. Disini aku pake warna kuning dengan mode Add (Glow) (CSP) dan presentase opacity di bawah 30 persen. Yah, sesuai selera aja sih sebenernya.


Hal ini juga berlaku ke dua layer karakter yang ada di atasnya yak. Mode sama opacity-nya masih sama.



Sekarang tambahin pantulan cahaya di bola mata para karakternya. XD mau nambahin beberapa garis highlight juga bisa disini. Mode-nya sama kok, cuman tingkat opacity lebih tinggi daripada yang sebelumnya. Bahkan cuman pake warna putih pun gak masalah buatku. Sampe sini pun udah selesai gambarnya, yay! 


Sebenernya ini opsional aja sih, aku suka nambahin layer khusus filter gitu biar vibe gambarnya pas. Biasanya sih aku nambahin layer baru dan milih warna yang aku pengen, lalu ubah mode-nya jadi mode yang kuinginkan -- biasanya kek mode color atau overlay. Jangan lupa juga tambahin watermark biar jadi penanda kalo itu gambar buatan kita. 

----------------------------------------------------

Yaaaah, begitulah coloring hack versiku. Berkat teknik ini, waktu yang kubutuhin nggak sampe berhari-hari dan bisa dipake kalo lagi kepepet dedlen. Tapi ya jangan sering-sering juga yak, mending dikerjain jauh-jauh hari biar nyaman kesananya. XD



Posting Komentar

0 Komentar