tbscmp10genk corner: susah gampangnya sebuah nama

Yang namanya bikin original character alias karakter bikinan sendiri, sudah pasti memberi nama adalah sebuah awalan yang harus kita lakukan. Nama karakter itu diibaratkan sebagai judul dari sebuah kisah, makanya harus dipikirkan dengan matang. 

Aku harus jujur, memilih nama untuk OC itu susah dan gampang di waktu bersamaan. Susahnya itu mencari makna yang bisa menggambarkan trait atau hal-hal terkait si karakter, gampangnya ya inspirasinya bisa didapat dimana saja. Mau dari lingkungan sekitar ataupun dari karya orang lain yang pernah dilihat. Setelah hal itu dilalui, kini harus dihadapkan dengan persoalan baru, yaitu ribet atau nggaknya saat menulis atau menyebutkan nama mereka dalam cerita. 

Aku ada memiliki beberapa OC (bisa dilihat di laman tbscmp10genk ) dan kebanyakan nama mereka itu ada yang biasa saja maupun yang agak "aneh". Semakin tuwir, aku menyadari kalo nama OC-ku itu ribet dan akan sulit dimasukin di Kartu Keluarga. Eh, jangankan di KK yah, melingkari nama di LJK aja udah keburu capek duluan keknya. Berhubung karakter-karakter yang kubuat dominan berkewarganegaraan Indonesia dan Jepang, jadinya mari kita bagi menjadi dua kubu: OC Indonesia dan OC Jepang. 

OC Indonesia: nama dengan kearifan lokal namun panjangnya bukan main

Aku harus mengakui satu hal: nama OC-ku itu panjang nan ribet aaaaaa!!! 

Sebenernya sih gak ribet-ribet amat, aku menggunakan format nama orang Indonesia pada umumnya yaitu nama depan, nama tengah dan nama belakang atau bahkan hanya nama depan dan belakang. Namun emang dasar akunya yang pengen belajar tentang nama-nama kearifan lokal, akhirnya tak lupa mencantumkan nama-nama khas tiap daerah sehingga bisa ketauan asal karakter ini darimana. 

Dari semua OC Indonesia, OC dengan nama paling ajib dan paling pegel ditulisnya jatuh pada mas-mas plecing kangkung legend bernama Lalu Tirta Wardhana Ratulangi. Beuh, ngetik namanya aja kudu pake tenaga ekstra uy. Namanya ada empat, itupun nama pribadinya cuman sebiji. Maksudnya? 

Sedikit trivia yang agak membagongkan dari bang Tirta ini, nama panjangnya itu merupakan kombinasi dari nama khas masyarakat kalangan menengah ke atas (kalo di buku sih, dibilangnya bangsawan menengah), nama pribadi, nama belakang bapaknya dan nama keluarga dari pihak ibu. Yep, Lalu itu sebutan untuk pria bangsawan menengah di suku Sasak, setelah itu nama Wardhana diambil dari nama belakang bapaknya, Lalu Julian Wardhana, ditambah lagi marga Ratulangi yang berasal dari marga sang ibu, Ratna Wulandari Ratulangi. Jadi, nama aslinya bang Tirta hanyalah nama Tirta itu aja! Widih!

Ngerti sih kalo bang Tirta ini keturunan Sasak-Minahasa, namun ketika namanya ditumpuk jadi satu kek gini, rasanya kesian aja bang Tirta kudu nulis maupun ngetik namanya di suatu kondisi tertentu. Kalo di Indonesia, nama yang terlampau panjang biasanya keturunan ningrat, bagaimana dengan bang Tirta? Well, ningrat juga sih keknya //eh. Gara-gara begini, aku sering menyingkat nama itu jadi Lalu Tirta atau Tirta Wardhana saja. Bahkan salah satu karakter di Aldiana - The Stories - yang juga revamp dari bang Tirta ini hanya memakai nama tengahnya saja: Tirta Wardhana. Capek slur....

OC Indonesia-ku juga ada beberapa yang namanya hanya dua nama saja. Formatnya sih nama asli si karakter dan nama marga mereka atau nama bebas asalkan senada dengan nama depannya. Maksudnya sih satu makna gitu. Kalo nama depan sih bebas aja, mau bermakna atau nggak. Contohnya seperti Kimaris Alkatiri yang merupakan nama yang terinspirasi dari nama Gundam Kimaris yang ditambah dengan marga khas Indonesia Timur. Wih, pakek nama Gundam cuy! 

Lalu gimana dengan OC Indonesia lainnya? Well, kalo yang lain sih udah normal buatku yah. Referensi terbaik versiku adalah kamus nama bayi yang berasal dari bahasa Sanskerta karena banyak nama indah nan bermakna berasal dari sana. Ditambah lagi, aku bersyukur karena masa kuliahku di sekolah kedinasan yang mahasiswanya berasal dari seluruh Nusantara, jadinya referensi nama unik-unik banyak banget disana!

Gak cuman soal kearifan lokal, nama yang 'bermakna' ini menjadi alasanku dalam memilih nama karakterku sendiri. Misalnya nama Tirta itu sendiri, Tirta berarti 'air' dan secara kepribadian, Tirta memang seperti air yaitu tenang, santai, teduh, namun bisa bergejolak dan berbahaya ketika ada sesuatu yang mengganggunya. Contoh lainnya seperti nama Surya Arkananta, seniornya Aldiana di cerita Aldiana - The Stories -, nama Surya sendiri merujuk pada Dewa Matahari dalam mitologi Hindu dan diibaratkan sebagai seseorang yang 'bersinar', lalu Arkananta yang berarti 'selalu diterangi'. Sungguh nama yang luar biasa silaunya, namun berdasarkan deskripsi karakter dari Surya itu sendiri, nama yang begitu silau ini benar adanya. Yep, siapa yang menyangka di umur 26 tahun bisa jadi pimpinan wilayah yang selalu didominasi dengan orang-orang berusia 40 tahun-an? 

Tapi selebihnya, OC Indonesia yang kudesain lebih ke arah estetika daripada makna dalam nama mereka sih ya. Kalo estetika ini misalnya seperti nama Timothy Andreas Ratulangi, OC-ku yang bekerja sebagai komika. Dari nama sih keknya biasa saja, namun nama panggungnya saat stand-up comedy adalah T.A.R yang berasal dari inisial nama lengkapnya. Contoh lain misalnya seperti nama protagonis di cerita Aldiana - The Stories - , Aldiana Chandra Praditha, namanya dipilih seperti ini karena terdengar indah dan cocok di telinga. 

OC Jepang: Ogah pake katakana, kudu pake kanji!

Sebagai orang non-Jepang, seringkali aku gagal paham dengan penggunaan kanji pada nama-nama orang Jepang. Ada yang memang mudah dan sangat terkenal sedunia seperti nama Tanaka, Yamada, dan Watanabe, tapi ada juga nama yang ribet dan begitu dicek di kamus, artinya bisa sangat berbeda jauh dari yang disebutkan. Jika dicontohkan dengan salah satu karakter dari francise tertentu, sebut saja nama Tsutsujimori Rosho, salah satu karakter Hypnosis Mic favoritku. Huruf kanjinya saja sudah membuatku kelabakan saat diketik, yaitu èº‘躅森 盧笙 (hasil copas aja ini mah). Jangan dulu dibahas soal artinya, dibacanya aja susah.

Berhubung aku punya karakter dengan kewarganegaraan Jepang, secara otomatis aku harus memberikan nama yang sesuai bagi mereka. Kebanyakan nama yang kuberikan pada mereka itu cenderung random namun enak untuk disebutkan namanya. Biasanya sih ambil referensi dari kultur pop Jepang pada umumnya kek anime, manga, tokusatsu, dan dorama gitu lalu dipadu hingga menjadi nama yang estetik dan punya makna. Ah iya, kalo hal yang terakhir ini, aku juga sambil buka kamus biar makin kena maknanya. 

Meskipun begitu, namanya juga niat nyeni tapi sotoy, aku sering mencari kanji-kanji yang bermakna tapi penyebutannya berbeda jauh dari nama umumnya. Resikonya sudah jelas, bisa terjadi miskom fatal disitu. Kalo udah kek gini, kamus kanji dengan berbagai bunyi dan arti yang tebalnya bukan main menjadi solusinya. Sisanya yah tinggal mental baja aja, toh yang sekarang sering melihat karya OC punyaku lebih banyak dari negeri sendiri daripada negara orang lain. Contoh yang paling jelas adalah Kazamatsuri Kouri (kalo versi internasionalnya, dibalik jadi Kouri Kazamatsuri). Nama Kazamatsuri diambil dari kanji "Kaze/Kaza" yang berarti "angin", "Matsuri" yang berarti "pesta, perayaan", lalu nama Kouri diambil dari kanji "Hikari/Kou" yang berarti "cahaya" dan "Ri" yang berarti "keuntungan". Nama depannya itu memang sangat sesuai dengan trait dan kehidupannya sebagai enterpreneur yang bersinar. Tapi ada juga yang namanya biasa tapi sempat bikin pusing tujuh keliling karena penggunaan kanji yaitu namanya pakbos kita, Fuyushima Anzaki

Yep, percaya atau tidak, kanji nama Anzaki itu awalnya tidak sederhana dan familiar seperti yang sekarang. Dulunya, kanji "An" itu mau menggunakan kanji "Ankoku/Yami" yang berarti "kegelapan". Alasannya sih simpel, desain awal Anzaki dulunya adalah sisi gelap dari Kouri itu sendiri. Jadinya setelah didesain ulang dan 'berdiri sendiri', aku bakalan pake kanji itu sebagai 'kenang-kenangan' dari desain sebelumnya. Namun karena jarang ditemukannya nama orang dengan sisipan kanji Yami --kecuali Yami Yugi di YuGiOh!, eh itupun hanya berupa julukan, bukan nama asli-- akhirnya aku pake nama Anzaki yang emang udah familiar aja. Gak mau ambil resiko uy!

Tapi kan bisa kali pake hiragana atau katakana saja? Bisa banget, tapi sebagai orang yang kepengen karakternya otentik, aku lebih memilih menggunakan kanji. Selain itu, penulisannya juga lebih singkat dan tidak terlalu panjang seperti nama latinnya. Niatnya sih lebih singkat, namun malah bikin pusing gak jelas buat authornya. Heuuu!

Jadi begitulah susah gampangnya nentuin nama buat OC. Ini baru OC dengan kewarganegaraan Indonesia sama Jepang lho ya, mungkin ada yang lebih wow lagi jika kewarganegaraannya dari negara lain--apalagi dari negara dengan huruf yang ribet-ribet kek Rusia, Thailand, dll. Gimana dengan teman-teman sekalian?

Posting Komentar

0 Komentar